Senin, 14 Desember 2009

JILBABER LEBAR

Kata JILBABER melekat erat pada diriku,

karena aku memang berjilbab lebar dan berharap semua muslimah indonesia sadar akan kaidahnya untuk berjilbab dengan benar dan menghargai dirinya sendiri sebagai ciptaanNya yang berharga.

3 komentar:

  1. mba cantik banget, mau nanya ya mba kain nya panjang banget apa ndak 'kesrimpet' tuh jalannya? .met kenal ya.

    Indri, Bekasi

    BalasHapus
  2. Mba Indri, Seperti ditulis:
    Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

    Buatku Jilbab panjang dan lebar tidak menyulitkan kok, malah merasa nyaman dan adem.

    Soal kain panjang itu selera mba, maksudnya aku dah dari dulu mmg suka gaun panjang berekor yang meyapu lantai, tp ya aku cuman pakai dalam komplek rumah aja.

    Salam kenal juga ya

    Fitri, Bekasi

    BalasHapus
  3. قاله ابن مسعود وعبيدة وقتادة والحسن
    البصري وسعيد بن جبير وإبراهيم النخعي
    وعطاء الخراساني وغير واحد وهو بمنزلة
    الإزاراليوم --- قال الجوهري الجلباب
    الملحفة ) تفسير ابن كثير\ج 3\ ص 520-519)
    Artinya Ibn Mas’ud , ubadah, hasan Al-
    Bashri, Sa’id Ibn Jabir, Ibrahim An-
    Nakho’I, Atho’ Al-Khurasan dan selain
    mereka menyatakan bahwa jilbab adalah
    pakaian yang seperti pakaian luar yang
    luas seperti hari ini (pada masanya Ibn
    Mas’ud dkk yaitu semacam pakaian
    terusan–pent). Al-Jawahir menyatakan
    bahwa jilbab adalah milfahah (baju luar
    yang panjang menyapu sampai ketanah
    seperti gamis –pent) (Tafsir Ibn
    Katsier jilid 3\hal. 519-520).

    BalasHapus